Sinopsis Ashoka Samrat episode 397 bag 2

Sinopsis Ashoka Samrat episode 397 bag 2 by Kusuma Rasmana.  Ashoka berdiri menatapnya penuh cinta dan membelai wajah Kaurwaki. Mereka bahkan tidak menyadari saat Devi datang ke ruangan itu.
"Ehm....hm..", Devi berdehem menganggu kemesraan mereka.
Kaurwaki kaget, sementara Ashoka yang menoleh segera mundur dan menjaga jarak.
Devi berkata, "Jika Kau sudah selesai, aku mohon izin untuk menyiapkan Kaurwaki juga".
Ashoka menjawab tergagap, "Iya.... Aku... aku sudah selesai, silakan".
Ashoka segera melangkah keluar, diiringi tatapan Devi yang menutup mulut menahan tawanya melihat Ashoka yang salah tingkah dan tergagap. Kaurwaki hanya tersenyum melihat Devi yang tertawa.

Ashoka keluar dari ruangan Kaurwaki dengan wajah berseri dan tersenyum kepada dirinya sendiri. Namun dia kaget saat menyadari Witthasoka dan Ayah-ibunya ada didepan pintu dan sengaja membelakangi dirinya. Seketika senyum berbunga-bunga dari bibirnya menghilang berganti dengan wajah serius.
Bindushara berkata, "Benar katamu, Dharma. Putra kita benar-benar sudah mengerti tanggung jawabnya". Dharma hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Witthasoka menimpali sambil tersenyum, "Benar, Ayahanda. Dia juga telah belajar cara merawat wanita".

Bindushara mengangguk sambil tersenyum, sementara Ashoka mendelik kepada adiknya.
Dharma berkata, "Sudah! Kalian berhenti menggoda putraku".
Dharma lalu melakukan aarti kepada Ashoka. Ashoka menunduk menyentuh kaki ibunya, "Berkati Aku, Bu. Aku akan memasuki fase lain di hidupku", kata Ashoka tersenyum.
"Restuku menyertaimu", kata Dharma memberkatinya.
Sementara di dalam ruangan Kaurwaki, Devi melihat Kaurwaki sedih sambil melihat ke arah pintu dimana Ashoka, adiknya dan kedua orang tuanya baru saja pergi dari depan pintu itu.|
"Apa kau merindukan orang tuamu?", tanya Devi.

Kaurwaki menjawab, "Aku berharap tidak ada gadis yang menghadapi situasi seperti ini. Dunia mungkin berpikir bahwa aku egois karena aku mementingkan harapanku daripada mereka. Kebenarannya adalah aku ingin kedamaian dunia daripada yang lain. Hanya Ashoka yang bisa melakukannya. Walau dia tidak akan bisa melakukannya sendiri. Dia akan memerlukan dukungan, itulah mengapa aku mengambil keputusan untuk membantunya dalam hidup ini. Aku tahu Ashoka agresif dan dia bisa berbahaya, jadi dukunganku akan membantunya. Aku tidak tahu aku akan membayar mahal demi untuk bersamanya".

Airmata Kaurwaki mulai berlinang, dia berkata "Bagi ayah dan ibu, seorang gadis mungkin menjadi parayi (orang asing) ketika baru lahir. Tapi bagi seorang gadis, orang tuanya tidak pernah menjadi parayi untuk seorang gadis. Ayah ibunya selalu menjadi miliknya".
Devi mendekati Kaurwaki, mengelus dagunya dan menyeka air matanya sambil menggeleng. "Jika ibumu disini, dia akan menaruh Kalateka (tanda hitam) di belakang telingamu untuk menangkal mata jahat. Tidak ada yang bisa mengambil tempat seorang ibu tapi aku bisa melakukannya".

Devi pun menyentuh bibir matanya sendiri dan melakukan Kalatika (tanda hitam) dibelakang telinga Kaurwaki. Setelah itu Devi melakukan aarti kepada Kaurwaki
Di ruangannya, Chanda melakukan puja di depan Lingga Shiwa di ruangan itu. "Ya Tuhan, mohon berkati aku sehingga aku bisa memenuhi semua tanggung jawabku sebagai seorang istri dan memenuhi harapan suamiku. Berkati aku sehingga aku bisa membuatnya bahagia", kata Chanda mencakupkan tangannya didepan dada berdoa kepada Tuhan.

Chanda belum selesai berdoa ketika Kaurwaki datang ke ruangannya. "Bagaimana dengan perasaanmu?", tanya Kaurwaki.
Chanda bangkit dari duduknya dan menjawab, "Perasaanku, tidak ada yang berbeda dari ini"
Kaurwaki berkata, "Aku tahu kau sangat mencintai Sushima tapi kau tidak mengetahuinya dengan baik. Aku datang kesini untuk memperingatkanmu".
"Benarkah?", tanya Chanda.
"Aku telah mengenalnya sejak remaja. Dia bukanlah pria yang baik. Kau mungkin tidak percaya tapi itu adalah kebenarannya", kata Kaurwaki.

Chanda berkata, "Aku sudah tahu sebelumnya Sushima tertarik kepadamu dan ingin menikahimu. Tapi Aku datang kesini setelah mengetahui semuanya tentang Sushima. Aku hanya mencintainya dan aku selalu berdoa untuknya di kuil demi kebahagian kami".
Kaurwaki membalas "Kau tidak bisa mendoakan Danawa (iblis)"
Chanda membantah, "Sushima bukan Danawa (iblis), Kaurwaki. Aku yakin hanya pikiranmu yang salah. Dia adalah orang yang baik. Penuntun yang baik bisa mengubahnya kembali ke jalan yang benar".

Kaurwaki berkata, "Chanda, Aku telah mengenal dia sejak kecil. Tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Tidak karena doa-mu, tidak juga karena sikapmu. Kau telah menghancurkan hidupmu dengan mencintainya!".
Chanda hanya tersenyum dan membalas, "Cinta mengubah orang menjadi baik. Aku telah membaktikan diriku dan hidupku untuk Sushima", Chanda menjawab sambil melangkah.
Kaurwaki berusaha berkata sesuatu, "Dengan Chanda...".

Tapi Chanda menyela, "Cukup, Kaurwaki! Orang-orang khawatir kepada seseorang yang telah kehilangan jalannya, termasuk Dewa. Mungkin itulah mengapa Dewa memilihku untuk Sushima. Ashoka bisa mendapatkan banyak Kaurwaki tapi disini hanya ada satu Chanda untuk Sushima. Mengorbankan semu milik kita untuk seseorang adalah cinta. Hanya Sushima cintaku sekarang, Aku tidak memiliki apapun lagi, sehingga aku hanya memberikan diriku. Seperti yang kau contohkan, Kau meninggalkan orang tuamu demi cintamu".
Kaurwaki hanya diam memandang Chanda.

"Ayolah, Kaurwaki. Takdir telah merencanakan jalan kita berdua", kata Chanda memegang tangan Kaurwaki.
Semua orang berkumpul di ruang sidang keluarga. Para Rani, para pangeran juga sudah hadir, Samrat Bindushara tampak gagah di singgasananya. Putri Chanda masuk ke ruangan itu bersama orang tuanya. Sushima melihatnya penuh cinta, demikian juga yang lain semua tersenyum. Para pelayan melemparkan bunga-bunga kepada putri Chanda dan orang tuanya saat memasuki ruangan itu.

Setelah itu Kaurwaki melangkah masuk bersama dua pelayan. Dharma, Witthasoka, Devi dan Ashoka tersenyum kepadanya. Sushima dan Siamak terlihat kagum melihat Kaurwaki yang cantik dan anggun. Kaurwaki yang berdiri disamping Chanda dan orang tuanya terlihat sedikit gelisah dan kikuk tapi hal itu berkurang setelah melihat Ashoka yang sedang memandanginya. Ia pun tersenyum.
Chanda dan keluarga melakukan penghormatan kepada samrat dan para rani dan menyapa semua orang dengan mencakupkan tangannya. Sushima menatap Kaurwaki penuh arti tapi Charumitra menggelengkan kepala mengisyaratkan putranya.
Ashoka dan Kaurwaki tak henti-hentinya saling memandang satu sama lain.


CUPLIKAN : Jagannatha datang tepat saat Ashoka dan Kaurwaki akan melakukan ritual pertunangan. "Kaurwaki!!!", kata Jagannatha. Semua orang menoleh, Ashoka dan Kaurwaki kaget. Dharma terkejut, demikian juga Sushima dan Charumitra. Hanya Bindushara yang malah sumringah menyembunyikan senyumnya. Terlihat ekspresi kemarahan di wajah Jagannatha, raja Kalingga.

PREV  1  2  NEXT
Bagikan :
Back To Top