Sinopsis Ashoka Samrat episode 313 by Meysha Lestari


Sinopsis Ashoka Samrat episode 313 by Meysha Lestari. Maharaj Jagannath memegang tangan kaurvai dan berkata pada Ashoka kalau dia tidak akan berhasil melakukan apa yang dia inginkan. Kaurvaki berteriak meminta ayahnya membiarkan dia pergi tapi Jagannath menarik Kaurvaki agar ikut bersamanya.

Siamak dengan memar-memar di tubuhnya menemui Bindusara dan berkata dengan nada menyesal, "maafkan aku, ayah. Merek atahu tentang terowongan rahasia, Prajurit Yunani menyerangku. Mereka telah masuk kedalam.."

Radha Gupta melihat benang yang melingkar di lengan Ashoka dan bertanya dengan heran, "apa yang sudah kau lakukan? Jika seorang gadis belum menikah mengajak seorang pria ke kuil pada hari ini maka itu artinya mereka telah memilih pria itu sebagai teman hiduonya." Ashoka terlihat bingung. Achary Radha Gupta memebeirtahu Ashoka kalau Kaurvaki telah memilih dirinya sebagai suami dengan cara itu.

Bindu meminta SUbhrasi membawa semua orang ke tempat aman. Dharma tidak mau meninggalkan Bindu, tapi Bindu membujuknya agar pergi, "jadilah kekuatanku saat ini.." Bindu juga meminta SIamak agar peri bersama mereka, tapi Siamak menolak, "peperangan sudah di mulai. Hari ini, kalau bukan aku maka orang yang ku benci itu yang akan mati!" Bindu bangga pada semangatnya, "mereka lebih besar dalam jumlah dan mempunyai banyak senjata. Aku tidak bisa berkomentar apa-apa tentang apa yang akan terjadi tapi aku akan mengatakan kalau kehormatan Ksatria Magadha adalah yang paling penting disini. Kehormatan kita akan menjaga kepercayaan generasi mendatang tetap terjamin. Kita akan berjuang. Kebenaran dan kepercayaan akan menjadi senjata kita. Kita mungkin akan kalah tapi musuh pasti akan teruncang saat mengingat perang ini."

Nikator, Mir dengan sejumlah besar parjurit datang. Kedua belah pihak terlibat dalam pertarungan sengit. Mir dan Bindu saling pandang. Bindu menghampiri Mir dan berkata, "kau seharusnya tidak datang kesini. Kau tidak akan pergi dengan selamat dari sini.." Mir menjawab, "aku Khurasani. Khurasani tidak akan melupakan janjinya. Aku telah berjanji pada Noor bahwa aku akanmembalaskan kematiannya. Kau seharusnya tidak berpikir akan kelemahan musuhmu." Bindu menyerang Mir. Mir coba mengelak. Bindu melihat kalau Mir masih belum bis amenggerakan kakinya dengan leluasa. Keduanya lalauterlibat opertarungan sengit yang berat sebelah.

Siamak mendekati Nikator. Mereka melihat Mahamatya dan pura-pura bertarung. Mahamatya berlari ke arah berbeda. Siamak dan Nikator bebas untuk bericara. Pertaungan Bindu an Mir berlangusng seru. Masing saling serang dan saling menangkis.

Dharam yakin kalau hanya Ashoka yang bisa memnolong mereka semua sekarang, "dan hanya ada satu orang yang bisa membawa Ashoka kembali." Dharma pergi untuk memeriksa SHushim dan mengobati lukanya. Charu bertanya dengan curiga, "apa yang kau lakukan?" Dharma berkata kalau mereka membutuhkan anak-anak mereka untuk berjuang melawan musuh, "hanya Shushim yang bisa membawa Ashoka kembali." Charu mengkhawatirkan Shushim tapi Dharma beralasan kalau mereka tidak punya pilihan lain. Dharma mengoleskan sesuatu ke luka Shushim. Shushi tersentak sadar dan berteriak kesakitan.

Bindu berhasil mengalahkan Mir dan menodongkan pedang kelehernya. Nikator dan Siamak melihat itu. Bindu hampir mengayunkan pedangnya ke leher Mir ketika Siamak memanggilnya, "Ayah...!" Nikator menodongkan pedangnya ke leher Siamak dan mengancam Bindu, "apa yang kau inginkan? Anakmu atau tahta?" Bindu menatap Siamak.

SHushim bangkit dan bersiap untuk bertarung lagi, "aku tidak akan mengampuni Yunani sekarang." DHarma melarangnya, "kau harus pergi untuk memanggil Ashoka pulang." SHushim menyalahkan Ashoka ata s kindisi yang mereka hadapi sekarang, "apakah ibu pikir kami tidak akan menang kalau dia tak ada di sini?" DHarma memberi alasan kalau mereka membutuhkan pasukan yang di bawa Ashoka, "kini bukan saatnya untuk berdebat tapi untuk menyelamatkan tanah air." Shushim berpikir sebentar dan setuju dengan permintaan Dharma. Dia lalu bergegas pergi.

Maharaj memarahi Kaurvaki dan menamparnya. Istrinya coba menenangkannya. Jagannath marah karena Kaurvaki telah melanggar tradisi nenek moyang mereka. Kaurvaki menganggap kalau tindakannya itu benar. Jagannath membantah, "kau telah melakukan sesuatu tanpa izin dari orang tuamu. Kau mempermalukan kami semua." Kaurvaki membalsa, "aku juga merasakan hal yang sama ketika kayah menghina Ashoka. Apakah Kalinga mengizinkan hal seperi itu? Ayah mengajariku bahwa Dharma yang paling utama adalah mendengarkan apa kata hati kita. AKu melakukan apa yang kupikir benar."

Jagannath berkeras kalau Ashoka adalah musuh mereka, "dia tidak bisa menjadi anggota keluarga kita. Ini berhubungan dengan keluarga kita. AKu tidak akan membiarkan kau menikah dengan seorang maurya. Aku bis amelupakan dalam sedkit kalau dia adalah Maurya tapi aku tidak bisa membiarkan kau menikah dengan orang dari keluarga yang saling menjatuhkan. Saudara saling bertengkar di tengah persidangan. Seorang ibu coba membunuh seorang anak. Seorang nenek coba membunuh seorang cucu. Aku tidak  bsia membirakan kau menikah ke dalam keluarga dimana setiap orang mempunyai rencana buruk untuk yang lain. Itu bukan keluarga bangsawan tapi sekelompok penari!"

Ashoka berdiri di pintu mendengarkan kata-kata Jagannath dengan wajah merah menahan marah. Kaurvaki berkata, "setiap anggota keluarga punya keinginan untuk menempati posisi yang tinggi. Lihatlah saudaramu sendiri. Apakah mungkin bagi ayah untuk mendapatkan Kalinga kembali jika Ashoka tak ada sini? Jika ayah tidak mendapat dukungan magadha apakah ayah bisa menang?" Ashoka berbeda dari orang lain.DIa simpatik. Perasaanku padanya akan tetap sama meski senadainya dia orang biasa. AKu tahu ayah coba menghalangi pernikahanku dengan dia. Ayah berpikir kalau dia bukan rajvanshi sejati. Tapi coba tanya pada semua orang, mereka pasti punya perasaan yang sama seperti aku."

PREV   1  2  3


Blog, Updated at: 9:18 PM
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment