Sinopsis Ashoka Samrat episode 306 by Meysha Lestari


Sinopsis Ashoka Samrat episode 306 by Meysha Lestari. Semua orang berkumpul di ruang sidang. Shushim berkata, "Rajmata baru saja tertangkap dan sekarang kita mendapat pesan dari Nikator. Apakah itu tanda kalau sesuatu yang tidak menguntungkan sedang muncul dihadapan kita?" Siamak pura-pura bertanya, "bagaimana Nikator bisa tahu apa yang terjadi di sini?" Bindu menyuruh pembawa pesan di bawa masuk. Pembawa pesan berkata kalau Nikator ingin bertemu Bindusara secara pribadi dan minta di izinkan untuk membawa beberapa orang prajurit bersamanya. Bindu mengizinkan. Mahamatya dan Shushim menanyai Bindu atas keputusannya yang gegabah, "kita bahkan tidak bertanya pada mereka mengapa dia datang ke sini? Apakah dia datang untuk membalas dendam atas penangkapan Rajmata?"

Siamak menyahut, "kabar ini tidak menyebar keluar dan tersimpan rapat di istana saja. Lalu bagaimana Nikator bisa tahu kalau Rajmata di tangkap?" Charu coba menduga-duag, "mungkin Ashoka mengirim kabar pada Nikator." Dharma bertanya dengan heran, "mengapa pula dia melakukan itu?" Charu mengingatkan semua orang kalau Ashoka selalu melakukan sesuatu tanpa bertanya dulu. Bindu meminta istri-istrinya agar tenang, "bahkan aku mencurigai niat Nikator tapi jika ida berniat untuk menyerang, maka dia akan datang dengan pasukan yang besar. Buat persiapan untuk menyambutnya."

Kaurvaki benar-benar menjaga dan mengurus Ashoka selama dalam perjalanan. Dia membuat Ashoka minum dari pot dan memberikan kainnya untuk lap tangan Ashoka. Jagannath menatap keakraban puterinya dnegan Ashoka. Dia berkata, "ini bukan saat yang tepat untuk istirahat. Saudaraku Kevalnath sangat kuat. Dia bukan pejuang yang baik tapi dia punya tentara yang besar." Jagannath kemudian memberitahu Ashoka tentang pasukan saudaranya itu.

Nikator memberi perinta, "kita akan menyerang dari dalam. Pasukan ini harus berada tepat di luar istana. Dan lagi, Bindusara telah membuka pintu gerbangnya untuk kita.

Jagannath berkata bahwa hanya orang yang tinggal di istana yang bisa memberitahu merekaa bagaimana cara masuk kesana.

Nikator berkata, "Siamak tahu keadaan istana luar dan dalam. Dia akan memandu kita. Chanakya pernag bilang kalau kitatidak perlu mencemaskan konsekuensi dari peperangan kalau kita mengenal musuh kita dengan baik."

DI tempat lain Ashoka juga mengatakan hal yang sama, "pasti ada kelemahan yang bisa kita serangdan menangkan. Apakah ada orang yang tidak di bayangkan oleh Jagannath akan kalah?" Kaurvaki menyebut nama Takshak., "pasukannya telah berhasil membuat perangkap yang hingga saat ini tidak bisa di pecahkan." Ashoka memutuskan untuk bermain Holy dengan Takshak lebih dulu.

Nikator berharap bisa mencapai hari ini yang bahkan Sikander tidak dapat mencapainya, "ini akan menjadi kemenanganku atas india."

Ashoka ingin menempatkan tonggal pertama dalam perjalanannya dengan memenuhi mimpi Chanakya. Jagannath tidakmendukung ide Ashoka, "tapi kau salah kalau meremehkan Takshak. Siapapun yang menantangnya pasti akan mati." Ashoka menatap jagannath.

Seseorang berdiri di tengah arena dan kalah dari Takshak. Kelvanath yang melihat itu sangat menyukainya. Dia berkata, "siapapun yang coba untuk menentangku akan bertemu dengan kaki yang sama. Takshak tidak terkalahkan. Tak akan ada kesulitan datang padaku selama ada Takshak di sini."
Jagannath berkata, "sangat tidak berguna kalau kau berpikir akan bertarung dengan Takashak. Dia tak pernah di kalahkan. Kita harus menjatuhkan ide itu." Ashoka menjawab, "sama tidak mungkinnya dengan menang dari Kichak dan mendapatkan Tkashila kembali. Aku akan kalah jika aku berpikir seperi itu. Serangan ini akan bisa kita gunakan untuk keuntungan kita. Kita akan membunuh dari dalam saja."

Nikator tiba di ruang sidang. Dia merentangkan tanganyauntuk memeluk Bindusara. Bindu balas memeluknya. Nikator berkata, "beberapa saat yang lalu aku merasa seperti aku akan peri dari dunia ini jika tidak melihatmu. Aku cukup beruntung. Aku datang untuk merayaakan Holi bersama kalian semua kali ini. Hanya jika kau izinkan. Maafkan aku, aku teruru-buru untuk datang keisni dan tidak tahu harus membawa apa sebagai hadiah. AKu membawa apa yang menajadi anugerah bagi Yunani. Aku membawa buah ara yang sangat di sukai Helena. AKu bertanya-tanya apakah kira-kira dia masih suka atau tidak. Dia telah berubah menjadi Maurya sejak bertahun-tahun lalu karena cinta dan kehormatan yang kau berikan padanya di sini. Aku mengucapkan terima kasih padamuatas semua ini. Di mana Helena? Ashoka atau Subhrasi dan Drupad? Apakah semuanya baik-baik saja?" Siamak menceritakan semuanya pada Nikator. Nikator pura-pura terkejut dan terluka. Siamak berkata, "ini adalah hukuman untuj penghianat. Di atelah coba membunuh ayah. Drupad kehilangan nyawanya karena itu." Nikator berkata, "sesuatu yang salah telah terjadi. Ini tidak mungkin benar." Siamak berkata kalau Raj mata Helena mengakui kejahatannya.

Jagannath menunjukan istana Takshak pada Ashoka. Ashoka berkata, "hanya ada dua kesana, berenang atau menaiki perhau." Jagannath menunjuk kalau para prajurit yang berjaga di sitana itu akan tahu kalau mereka naik perahu, "sementara kalau berenang, ada banyak buaya dalam sungai ini. Mereka akan beraksi jika ada gangguan dalam air. Buaya itu hanya paham apa yang di katakan Takshak."

Takshak bersiul untuk memanggil buaya-buayanya. Buaya-buaya itu keluar dan membentuk antrian.
Ashoka menolak untuk mundur, "aku telah berjanji pada ayah. AKu akan memenuhi janjiku itu."

Siamak memberitahu Nikator kalau Helena bukan hanya berencana menentang Ashoka, "dia juga mempergunakan aku. Dia menipu kita semua." Nikator terlihat taak percaya, "aku pikir akan menghabiskan waktu yang berharga bersama puteriku dan keluarganya, tapi ternyata semua sedang berkabung karena dia. Mengapa dia melakukan ini? DIa adalah seorang ibu. Dis seharusnya mendedikasikan hidupnya pada keluarganya. DI abukan hanya mempermalukan kalian tapi juga aku." Nikator puta-pura melipat tangan di dada dengan penuh rasa penyesalan sambil membungkuk di depan Binduara. Bindu melarangnya melakukan itu. Nikator berkata, "kepala seorang ayah akan tertunduk ketka anaknya melakukan sesuatu yang salah." Bindu menjawab, "aku mengerti perasaan itu dengan baik." Nikator berharap bisa bertemu Helena untuk mengetahui megapa dia melakukan semua ini."

Ashoka berkata, "achary Chanakya sering berkata bahwa kita harus membunuh ketakutan secepatnya begitu dia menatap kita. Taskhak pasti punya kelemahan juga." Jagannath membeirtahu Ashoka kalau Taskhak punya kebiasaan minum alkohol setiap malam agar dia bisa tidur." Ashoka terlihat senang, "alkoholo membuat otak menjaid lemah. Ini akan membawanya ke dalam kematiannya malam ini.." SInopsis Ashoka Samrat episode 307 by Meysha Lestari. 

PREV     NEXT


Blog, Updated at: 3:03 PM
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment